Senin, 30 April 2012

TULISAN 8 Pesawat masa depan tercanggih depan

8 Pesawat masa depan tercanggih depan Di tahun 1905, Albert Einstein dalam rumus Relativitas Khususnya yang terkenal, menyatakan bahwa kecepatan cahaya (c) selalu konstan, dan berbeda dengan hal lainnya, kecepatan cahaya tidak relatif. Dan Einstein juga menyebutkan bahwa tidak mungkin ada sesuatupun di alam semesta, yang bisa melebihi kecepatan cahaya. Tidak mungkin, impossible. Dan ini membuat perjalanan luar angkasa akan menjadi “kurang” efisien. Tapi di tahun 1994, seseorang saintis menyatakan bahwa kecepatan melebihi kecepatan cahaya dimungkinkan secara teoritis. Caranya adalah dengan menggunakan Warp Drive Engine, mesin yang mempunyai kemampuan ”melengkungkan Ruang-Waktu”, Space-Time Bubble. Nama saintis itu adalah Miguel Alcubierre. (Alcubierre Drive, The Warp Drive: Hyper-fast travel within general relativity, 1994 dalam jurnal Classical and Quantum Gravity) Seandainya ini menjadi kenyataan, maka perjalanan menuju bintang-bintang akan dimungkinkan, dan planet-planet terjauh dan asing di tata surya pun bisa dicapai, hanya dalam hitungan menit.. Dan impian manusia yang telah ada selama ribuan tahun, untuk mengetahui apa yang ada di angkasa luar sana, akan terwujud. Impian ini mulai menjadi populer di dunia sejak sebuah epik fiksi ilmiah ditayangkan di tahun 1966. Kisah petualangan pesawat ruang angkasa Star Trek berkelana menjelajahi alam semesta. Dan inilah kisahnya dari masa ke masa. 1. USS Enterprise NX-01 Ini adalah pesawat awal yang menjadi prequel Star Trek. Diluncurkan April 2151, NX-01 menjadi pesawat luar angkasa Bumi pertama yang mempunyai kecepatan melebihi kecepatan cahaya, Warp 5, sehingga akhirnya manusia bisa mulai menjelajah bintang-bintang. Planet Jupiter pun bisa ditempuh dari Bumi hanya dalam 10 menit. Warp = c (kecepatan cahaya) ^3 Warp 1 = 1 Kali c Warp 2 = 8 kali c Warp 3 = 27 kali c Warp 5 = 125 kali c 2. USS Enterprise NCC-1701 Inilah yang menjadi awal dari legenda Star Trek. Pesawat Starfleet NCC-1701, yang dipimpin komandannya yang heroik Kapten James Tiberius Kirk. Enterprise menjelajah luar angkasa, mengunjungi planet-planet dan bintang-bintang yang sangat jauh dari Bumi untuk mencari pengetahuan dan tantangan baru. Diluncurkan tahun 2245 dari galangan kapal antariksa San Fransisco di orbit bumi, kapal ini akhirnya menemui banyak peradaban luar bumi, seperti Klingon dan Romulan, serta menjumpai banyak keanehan dan keajaiban dari kehidupan di luar angkasa. 3. USS Enterprise NCC-1701-A NCC-1701-A menjadi pesawat baru dalam armada Starfleet bagi Kapten Kirk, setelah pesawat sebelumnya hancur saat pertempuran dengan Klingon (dalam ”Star Trek III : The Search for Spock”). Beroperasi tahun 2286. 4. USS Enterprise NCC-1701-B Diluncurkan pada 2293, dikomandani Kapten John Harriman (Permulaan film “Star Trek Generations”). 5. USS Enterprise NCC-1701-C Beroperasi tahun 2332, pesawat ini berperan besar dalam perdamaian antara Federasi (Bumi dan Vulcan) dengan Klingon. Pesawat ini hancur secara heroik mempertahankan Planet Klingon dari serangan kapal-kapal Romulan. (TNG : episode ”Yesterday’s Enterprise”). 6. USS Enterprise NCC-1701-D Inilah pesawat Star Trek legendaris yang dikomandani Kapten Jean-Luc Picard. Ukurannya nyaris 2 kali lebih besar dari Enterprise-A milik Kapten Kirk dan telah mempunyai kecepatan maksimum mencapai Warp 9,6. Dalam penjelajahannya menembus batas-batas alam semesta, pesawat Federasi ini menemukan tantangan-tantangan yang jauh lebih besar. Selain kekuatan Romulan yang terus bertambah, mereka menemui lawan-lawan baru yang jauh lebih berat, seperti peradaban Borg, dan makhluk Omnipotent bernama ”Q”. “Q” adalah makhluk berwujud manusia yang mempunyai kekuatan ”Maha Kuasa”, yang senang menguji para awak Enterprise, dan terutama, Kapten Picard. Sedangkan Bangsa Borg, adalah makhluk-makhluk setengah biologis dan setengah mesin. Tujuan mereka hanya satu. Mengasimilasi paksa semua kelebihan dari semua makhluk-makhluk hidup yang ada di seluruh alam semesta. Menjadikan diri mereka semakin lama menjadi makin, Sempurna. Di saat ini, Federasi sadar, bahwa kedahsyatan pesawat-pesawat antariksa mereka tidak ada artinya dibandingkan dengan teknologi Borg yang sangat jauh lebih maju. Dan Borg bisa mengasimilasi seluruh Bumi, tanpa ada perlawanan berarti.. 7. USS Enterprise NCC-1701-E Di bawah ancaman Borg yang akan menginvasi Planet Bumi, Federasi melancarkan proyek-proyek super rahasia (Proyek Sovereign, Defiant, Prometheus) untuk mengakselerasikan kekuatan dan ketahanan kapal-kapalnya. NCC-1701-E, meluncur di tahun 2373, dan menjadi pesawat pertama yang menggunakan senjata baru Tipe-X Phaser Array sebanyak 12 buah, selain Photon dan Quantum Torpedoes. (Pesawat ini bisa dilihat di Star Trek : First Contact). Ini adalah pesawat antariksa tercanggih yang dimiliki Armada Starfleet. 8. USS Enterprise NCC-1701-J Pesawat ini adalah pesawat yang ada bahkan jauh di masa depan Star Trek. Pesawat raksasa ini besarnya lebih dari 1,5 kali Enterprise E. Tidak banyak informasi mengenai teknologi dari pesawat ini, tapi yang pastinya sangat jauh lebih maju. Skema perbandingan ukuran varian Enterprise Gambar dari film terbaru Star Trek, Star Trek XI. Perjalanan luar angkasa akan kembali dimulai.. sumber http://terselubung.blogspot.com/2012/04/8-pesawat-masa-depan-tercanggih-depan.html

TULISAN Nenek 78 Tahun ini Seorang Sniper Profesional

Usia boleh tua, tapi kalo urusan tembak menembak, nenek ini jagonya. Iya, sang nenek bernama Chandro Tomar yang sudah berusia 78 tahun masih memiliki pengelihatan yang tajam dan menjadi petembak profesional tertua didunia. Chandro Tomar terlihat seperti nenek-nenek pada umumnya. Ia berumur 78 tahun, punya 6 anak dan sangat menyayangi 15 cucunya. Tetapi jangan salah! Rambut putih dan senyum ramahnya bisa membuatmu terjerumus. Seperti dikutip dari Daily Mail, Nenek Tomar diyakini merupakan penembak jitu atau sniper profesional tertua di dunia. Nenek asal Baghpat, Uttar Pradesh, India itu telah memenangi 25 kontes menembak jitu nasional. Dan yang lebih mencengangkan, ia mulai memegang senapan untuk pertama kalinya 10 tahun silam atau ketika umurnya 68 tahun. Artinya dalam kurun waktu satu dekade ia mampu menguasai teknik menembak jitu dengan fasih. Kalau Vasily Zaitsev masih hidup, mungkin bakal ada adu tembak di antara mereka. Semuanya bermula ketika Nenek Tomar menemani cucu perempuannya ke sebuah klub menembak. Cucunya amat tertarik dengan dunia ini namun ia malu untuk pergi sendirian. “Ketika aku sedang menungguinya, aku memutuskan untuk mencoba,” ungkap nenek renta itu. “Pelatih melihatku dan terkesima dengan bidikanku.” Setelah itu ia pun berlatih secara teratur. Farooq Pathan mengatakan Nenek Tomar amat mahir sampai-sampai tak ada pria yang berlatih secara bersamaan karena takut dipermalukan. “Ia memiliki keahlian mumpuni, tangan yang kokoh, dan mata yang tajam,” ujarnya. Talenta yang dimiliki Nenek Tomar tampaknya telah mendarah daging di dalam keluarganya. Seperti dikutip dari BBC, Seema, salah satu putrinya adalah wanita India pertama yang memenangi kejuaraan pistol dan senapan pada 2010. Sedangkan salah satu cucunya, Neetu Solanki, merupakan penembak jitu internasional yang mewakili India di kejuaraan yang berlangsung di negara-negara dunia seperti Hungaria dan Jerman. Kedua perempuan itu mengaku kisah Tomar telah menginspirasi mereka untuk semakin maju. “Ia begitu mengagumkan,” ungkap Seema. “Jika ia bisa melakukannya, maka kami pun pasti bisa. Ia memperlihatkan kepada kami bahwa segala sesuatu itu bisa terjadi. Ia telah sangat membantu meningkatkan kehidupan kami.” Neetu, cucu perempuannya, menambahkan bahwa di dalam masyarakat yang didominasi oleh lelaki seperti di India, neneknya memberi harapan kepada para generasi muda. “Para remaja putri mengatakan, ‘kalau nenek bisa, kenapa kita tidak?’ Aku katakan pada mereka: bekerja keraslah dan jagalah dagumu tetap ke atas dan kamu pasti akan bertualang ke banyak tempat,” kata Neetu. sumber

TULISAN SEJARAH INTERNET

SEJARAH INTERNET Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan. Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu pada tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya. Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.

Definisi Iklan, Efek dan Iklan Korporat

Definisi Iklan, Efek dan Iklan Korporat Definisi Iklan Iklan adalah setiap bentuk komunikasi yang dimaksudkan untuk memotivasi seseorang pembeli potensial dan mempromosikan penjual suatu produk atau jasa, untuk mempengaruhi pendapat publik, memenangkan dukungan publik untuk berpikir atau bertindak sesuai dengan keinginan si pemasang iklan. Sedangkan menurut Paul Copley, advertising is by and large seen as an art – the art of persuasion – and can be defined as any paid for communication designed to inform and/ or persuade. Dimana iklan adalah sebuah seni dari persuasi dan dapat didefinisikan sebagai desain komunikasi yang dibiayai untuk meninformasikan dan atau membujuk. Dari beberapa pengertian diatas, pada dasarnya iklan merupakan sarana komunikasi yang digunakan komunikator dalam hal ini perusahaan atau produsen untuk menyampaikan informasi tentang barang atau jasa kepada publik, khususnya pelanggannya melalui suatu media massa. Selain itu, semua iklan dibuat dengan tujuan yang sama yaitu untuk memberi informasi dan membujuk para konsumen untuk mencoba atau mengikuti apa yang ada di iklan tersebut, dapat berupa aktivitas mengkonsumsi produk dan jasa yang ditawarkan. Peranan Iklan “Advertising can be used to build up a long-term image for a product or trigger quick sales ”. Artinya, iklan dapat digunakan untuk membangun citra jangka panjang untuk suatu produk atau sebagai pemicu penjualan-penjualan cepat. Disadari atau tidak, iklan dapat berpengaruh tetapi juga dapat berlalu begitu cepat. Iklan sangat unik karena iklan dapat mencapai tujuan meskipun disampaikan dengan panjang lebar dan terkadang membingungkan. Karena kita membayar iklan maka kita dapat memilih media yang sesuai untuk pemasangan atau penayangan iklan, sehingga pesan di dalamnya dapat sampai pada kelompok sasaran yang dituju. Iklan televisi mengambil peran penting, dalam : 1. Membangun dan mengembangkan citra positif bagi suatu perusahaan dan produk yang dihasilkan, melalui proses sosialisasi yang terencana dan tertata dengan baik. 2. Membentuk publik opini yang positif terhadap perusahaan atau produk tersebut. 3. Mengembangkan kepercayaan masyarakat terhadap produk konsumsi dan perusahaan yang memproduksinya. 4. Menjalin komunikasi secara efektif dan efisien dengan masyarakat luas, sehingga dapat terbentuk pemahaman dan pengertian yang sama terhadap suatu produk atau jasa yang ditawarkan pada masyarakat oleh perusahaan tersebut. Mengembangkan alih pengetahuan tentang suatu perusahaan yang memungkinkan masyarakat memiliki simpati, empati, dan bahkan dalam kaitanya dengan kegiatan go public merasa ikut memilikinya. Karakteristik Daya Tarik Iklan Daya tarik iklan mempunyai karakteristik sebagai berikut : Bermakna, menunjukkan manfaat yang membuat produk itu lebih diinginkan atau lebih menarik konsumen. Dapat dipercaya, konsumen harus percaya bahwa produk atau jasa akan memberikan manfaat yang dijanjikan. Khas, harus menjelaskan mengapa produk itu lebih baik ketimbang merek pesaing. Elemen-Elemen Iklan Untuk mengetahui apakah iklan suatu produk sesuai dengan keinginan atau dapat menarik perhatian masyarakat maka diperlukan elemen-elemen iklan sebagai berikut : Elemen heard words Maksudnya adalah kata-kata yang terdengar dalam iklan yang dapat membuat audiens semakin mengerti akan maksud pesan iklan yang disampaikan. Elemen music Maksudnya adalah musik yang terdapat dalam tayangan iklan termasuk iringan musik maupun lagu yang ditampilkan. Elemen seen words Maksudnya adalah kata-kata yang terlihat pada tayangan iklan yang dapat mempengaruhi benak pemirsa. Elemen picture Maksudnya adalah gambar atau tayangan iklan meliputi obyek yang digunakan, figur yang digunakan, adegan yang ditampilkan. Elemen colour Maksudnya adalah komposisi atau keserasian warna gambar serta pengaturan cahaya yang terdapat dalam tampilan tayangan iklan. Elemen movement Maksudnya adalah gerakan yang ada terlihat pada tayangan iklan yang dapat mempengaruhi emosi seseorang untuk larut di dalamnya meliputi fragmen cerita dari adegan yang ditampilkan. Efek Iklan Suatu iklan baik komersil maupun korporat dipublikasikan tentunya diharapkan untuk memiliki suatu pengaruh atau efek. Efek iklan menurut Hierarchy of effects’ steps : The message (pesan) Messages are sent / put unto effect (pesan disampaikan) The messages are received (pesan diterima) Understandings are taken from them (pesan mulai dimengerti) The effects of these understandings on thought andattitude take place (pengaruh dari pengertian tersebut diimplementasikan melalui pemikiran dan sikap) A change behaviour follows (ada perubahan sikap yang mengikuti) Definisi Citra Citra (image) adalah kesan, perasan, gambaran dari publik terhadap perusahaan ; kesan yang dengan sengaja diciptakan dari suatu obyek, orang atau organisasi . Teori citra di atas digunakan karena memiliki hubungan yang erat dengan iklan korporat itu sendiri. Telah diketahui bahwa iklan korporat memiliki tujuan untuk menciptakan citra yang positif bagi khalayak umum. Definisi Komunikasi Massa Komunikasi massa adalah komunikasi yang dilakukan melalui media massa modern. Sedangkan media yang dimaksudkan adalah surat kabar, televisi, radio dan lain sebagainya. Keunggulan komunikasi melalui media massa adalah dapat disampaikan secara serempak kepada khlayak. Kekuatan Media Massa Televisi Kekuatan media massa televisi dibandingkan dengan media massa lainnya Efisiensi biaya; televisi mampu menjangkau masyarakat yang sangat luas. Kelebihan ini menimbulkan efisiensi biaya untuk menjangkau setiap orang. Banyak pengiklan memandang televisi sebagai media yang paling efektif untuk menyampaikan pesan-pesan komersialnya. Dampak yang kuat; iklan di televisi sampai di pemirsa dalam bentuk audio visual. Kreatifitas pengiklan lebih dapat dieksploitasi dan dioptimalkan dengan mengkombinasikan gerak, keindahan, kecantikan, suara, musik, drama, warna, humor, maupun ketegangan. Pengaruh yang kuat; kebanyakan pemirsa melewatkan waktunya di depan televisi yang merupakan sarana hiburan, sumber berita, sarana pendidikan, dll. Sebagaimana kebanyakan pembeli, pemirsa televisi lebih cenderung memilih produk yang diiklankan di televisi daripada produk yang tidak mereka kenal. Yang menjadi penekanan pada penelitian ini adalah poin kekuatan media massa televisi nomor dua dan tiga, yaitu televisi adalah suatu alat komunikasi yang memiliki pengaruh dimana objek penelitian yang diteliti juga dipublikasikan melalui media massa televisi. Iklan Sebagai Salah Satu Bentuk Komunikasi Massa Menurut Tilman dan Kirkpatrick iklan merupakan komunikasi massa yang menawarkan janji kepada konsumen. Melalui pesan yang informatif sekaligus persuasif menjanjikan tentang adanya barang dan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan, tempat memperolehnya dan kualitas barang dan jasa. Menurut Wright iklan merupakan media komunikasi massa. Pembedaan iklan dengan teknik komunikasi pemasaran yang lain adalah komunikasi yang non-personal, jadi iklan memakai media dengan menyewa ruang dan waktu. Disamping itu peranan iklan antara lain dirancang untuk memberikan saran pada orang supaya mereka membeli suatu produk tertentu membentuk hasrat memiliknya dengan mengkonsumsinya secara tepat. Media Exposure Menurut Rosengren, terpaan tayangan adalah penggunaan media oleh khalayak yang meliputi jumlah waktu yang digunakan dalam berbagai media, jenis isi media, media yang dikonsumsi dan berbagai hubungan antara khalayak dengan isi media yang dikonsumsi atau dengan media secara keseluruhan. Selain itu model difusi informasi juga menyatakan bahwa salah satu saluran komunikasi yang penting adalah media massa. Karena itu, model difusi informasi mengasumsikan bahwa media massa mempunyai efek yang berbeda-beda pada titik-titik waktu yang berlainan, mulai darimenimbulkan tahu sampai mempengaruhi adopsi atau rejeksi. Terpaan media berusaha mencari data khalayak tentang penggunaan media baik jenis media, frekuensi penggunaan maupun durasi penggunaan atau longevity. Frekuensi penggunaan media mengumpulkan data khalayak tentang berapa kali sehari seorang menggunakan media dalam satu minggu (untuk meneliti program harian), berapa kali dalam sebulan seorang menggunakan media dalam satu tahun (untuk program bulanan). Audiens Setiap proses komunikasi selalu ditujukan kepada pihak tertentu sebagai penerima pesan yang disampaikan oleh komunikator. Dalam sosiologi komunikasi massa, penerima atau audiens adalah mereka yang menjadi khalayak dari media massa yang bersangkutan, dimana khalayak tersebut di atas bersifat luas, heterogen dan anonim. Pada awalnya, audiens adalah sekumpulan penonton drama, permainan dan tontonan. Audiens biasanya berjumlah besar dibanding dengan keseluruhan populasi dan berbagai perkumpulan sosial biasa. Dengan demikian, audiens adalah pertemuan publik, berlangsung dalam rentang waktu tertentu, dan terhimpun bersama oleh tindakan individual untuk memilih secara sukarela sesuai dengan harapan tertentu bagi masalah menikmati, mengagumi, mempelajari, merasa gembira, tegang, kasihan atau lega. Pengertian dan Ciri Iklan Korporat Iklan korporat didefinisikan sebagai sebuah media yang telah dibayar untuk lebih berupaya dalam memberikan keuntungan bagi citra suatu perusahaan daripada hanya sekedar produk atau jasa yang ditawarkan. Beberapa orang mengatakan bahwa iklan korporat merupakan salah satu bentuk Public Relations atau Corporate Communications yang dibayar dan mempunyai penekananan pada cara sebuah organisasi bisa menggunakan media massa untuk meningkatkan citra. Menurut Publisher Information Bureau (PIB) sebuah iklan dapat dikatakan sebagai iklan korporat jika mempunyai satu atau lebih dari ciri-ciri sebagai berikut: Mempunyai unsur mendidik, menginformasikan, menanamkan kesan pada publik berkenaan dengan kebijakan perusahaan, fungsi perusahaan, fasilitas perusahaan, tujuan-tujuan perusahaan, cita-cita perusahaan, dan standarstandar yang berlaku di dalam perusahaan tersebut. Mempunyai maksud untuk membangun opini yang menguntungkan tentang perusahaan dengan menekankan pada kompetensi manajemen perusahaan, unsur-unsur ilmiah dan alamiah yang digunakan perusahaan, keahlian yang digunakan dalam perusahaan, perkembangan teknologi perusahaan, pengembangan produk, kontribusi perusahaan terhadap perkembangan masyarakat dan kesejahteraan masyarakat. Dan di sisi lain, dapat menutup opini yang tidak menguntungkan serta mencegah sikap-sikap yang negatif terhadap perusahaan. Membangun kualitas investasi akan keamanan dan kestabilan perusahaan atau untuk meningkatkan struktur keuangan perusahaan. Mempunyai niat untuk “menjual” perusahaan sebagai tempat yang baik untuk dijadikan temapat mata pencaharian. Seringkali, iklan korporat dirancang seakan-akan meminta para lulusan perguruan tinggi atau orang dengan kemampuan tertentu untuk bekerja di perusahaan tersebut. Tujuan Iklan Korporat Iklan korporat dirancang dengan dua tujuan akhir, yaitu : 1. Menciptakan citra yang positif bagi perusahaan. 2. Mengkomunikasikan sudut pandang organisasi terhadap sosial, bisnis, dan permasalahan lingkungan. Aplikasi tujuan yang lebih khusus adalah : 1. Menaikkan atau mendorong motivasi kerja pegawai dan melancarkan hubungan dengan para tenaga kerja. 2. Membantu mengurangi kebingungan para konsumen dan menjawab pertanyaan penanam modal terhadap suatu sistem yang baru diberlakukan dalam perusahaan. 3. Membantu dalam mengadakan pembedaan perusahaan yang berdiri. 4. Memperkenalkan identitas perusahaan induk lebih dari sekedar bersandar semata-mata pada nama produk. Tujuan-tujuan dari iklan korporat di atas mengindikasikan bahwa iklan korporat mempunyai dua sasaran yaitu publik internal dan publik eksternal secara sekaligus serta terlibat dalam mempromosikan organisasi sesuai dengan maksud yang telah menjadi ide dasar iklan korporat yang telah ditentukan sebelumnya. Jenis Iklan Korporat Ada tiga jenis iklan korporat yang paling dasar, yaitu: Iklan Citra Korporat (Corporate Image Advertising) Iklan citra korporat merupakan iklan korporat yang menjalankan fungsi menaikkan citra perusahaan di mata publik baik internal maupun eksternal. Ketika sebuah perusahaan memiliki usaha untuk menaikkan citra perusahaan secara keseluruhan akan mempengaruhi kecenderungan konsumen dalam memilih produk. Tetapi hal yang membedakan di sini adalah iklan citra korporat tidak dirancang untuk secara langsung dan dalam waktu yang singkat dapat mempengaruhi produk pilihan konsumen, tetapi kebanyakan iklan citra korporat bermaksud untuk citra secara umum dan menguntungkan bagi perusahaan. Iklan Pembelaan/Sokongan (Advocay Advertising) Iklan korporat jenis ini mempunyai misi untuk berusaha menetapkan posisi organisasi pada suatu permasalahan sosial, politik, dan lingkungan yang sangat penting. Iklan pembelaan / sokongan adalah sebuah iklan yang dibuat untuk mempengaruhi opini publik terhadap permasalahan-permasalahan yang menjadi perhatian perusahaan. Iklan Berorientasi Sosial (Cause- Related Advertising) Iklan korporat jenis ini menunjukkan hubungan sebuah perusahaan dengan hal-hal kegiatan sosial seperti memberantas kemiskinan, gerakan pemberantasan buta huruf, mengekang penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Iklan dengan orientasi sosial ini merupakan bagian dari sistem pemasaran yang disebut dengan cause-related marketing. Konsep dasar di balik causerelated advertising dan cause-related marketing ini adalah bahwa perusahaan menjadi donatur organisasi non-profit sebagai ganti penggunaan nama perusahaan berhubungan dengan kampanye promosi pada kegiatan sosial. Tujuan dari iklan berorientasi sosial ini adalah menaikkan citra perusahaan sehubungan dengan kegiatan sosial yang didananai oleh perusahaan tersebut. Diposkan oleh Phyrman di 05:12 Label: BELAJAR IKLAN

Dasar-dasar Etika Periklanan - Bagian 1

Dasar-dasar Etika Periklanan - Bagian 1 Oleh FX Ridwan Handoyo (5 April 2011) Tulisan ini dibuat untuk para insan periklanan dan masyarakat pada umumnya untuk dapat lebih memahami bagaimana menilai apakah suatu iklan telah dibuat secara etis ataukah tidak. Bagian pertama ini akan menguraikan secara ringkas pengertian iklan dan bagaimana kaitannya dengan etika. Bagian ke 2 akan lebih fokus pada asas swakramawi yang dianut oleh masyarakat periklanan dunia. Tulisan ini mengacu pada isi dari kitab Etika Pariwara Indonesia (EPI) yang dapat diunduh di www.p3i-pusat.com. Pengertian Iklan Dalam tulisan ini (dan sesuai yang tercantum pada kitab EPI), pengertian iklan adalah: “Pesan komunikasi pemasaran atau komunikasi publik tentang sesuatu produk yang disampaikan melalui sesuatu media, dibiayai oleh pemrakarsa yang dikenal serta ditujukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat.” Dengan demikian, dalam suatu iklan/pariwara harus terdapat 4 (empat) komponen utama; yaitu: (1) pesan, (2) produk/jasa dari pemrakarsa/produsen, (3) transaksi ekonomi dan (4) khalayak sasaran (target audience). Iklan/pariwara adalah salah satu bentuk transaksi ekonomi yang pada umumnya melibatkan 3 (tiga) pihak yaitu: produsen (sebagai pemrakarsa), biro iklan dan media massa. Hal ini penting diungkapkan di sini karena seringkali masih terjadi kerancuan yang menyamakan iklan dengan berita (sebagai produk dari jurnalistik. Berita seharusnya bukanlah suatu proses transaksi ekonomi. Iklan dapat saja bentuknya mirip seperti berita, tapi tetap harus dapat dibedakan dengan berita. Etika akan terikat dengan etika periklanan, sedangkan berita akan terikat dengan etika jurnalistik. Pesan iklan, sebagai inti dari apa yang akan disampaikan dalam suatu iklan, akan efektif bila ia mengandung unsur persuasif. Ia harus mampu membujuk pemirsanya, minimal untuk memperhatikan iklan tersebut dan kemudian mengajak pemirsanya menjadi konsumen dari produk/jasa yang ditawarkannya. Berita tidak mempunyai unsur persuasif ini karena berita pada dasarnya harus netral. Unsur persuasif dalam iklan harus dikemas sedemikian rupa sehingga langsung dapat dimengerti oleh pemirsanya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Berita, di sisi lain, seharusnya memberikan detil yang lebih panjang-lebar. Iklan umumnya singkat dan padat karena mahalnya biaya pemasangannya di media massa. Asas Utama Periklanan: Jujur dan benar! Dalam kitab Etika Pariwara Indonesia, disebutkan 3 asas utama periklanan; yaitu: Iklan dan pelaku periklanan harus: 1. Jujur, benar, dan bertanggungjawab. 2. Bersaing secara sehat. 3. Melindungi dan menghargai khalayak, tidak merendahkan agama, budaya, negara, dan golongan, serta tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku. Mari kita bahas lebih detil lagi aspek “jujur dan benar” ini. Masyarakat sering-kali dengan mudah “menuduh” bahwa mayoritas iklan yang dilihatnya adalah suatu “kebohongan”. Memang ada iklan yang bohong dan menyesatkan. Tapi tidak semua. Memahami menilai apakah suatu iklan etis ataukah tidak (benar ataukah bohong) dapat membantu masyarakat umum menjadi konsumen iklan yang lebih bijaksana dan cerdas. Melanjutkan perbandingan antara iklan dan berita di atas, dapat diuraikan di sini bagaimana memahami unsur “jujur dan benar” di antara ke duanya. Semua orang tahu dan paham bahwa suatu berita (idealnya) harus selalu mengandung kejujuran dan kebenaran. Iklan (idealnya) juga harus jujur dan benar! Lalu, apa bedanya? Kutipan berikut ini semoga dapat memperjelas perbedaan unsur “jujur dan benar” antara berita dan iklan. News should always tell the truth, and only about the whole truth. Advertising, on the other hand, should also always tell the truth, but not necessarily the whole truth! Berita yang mengikuti etika jurnalistik haruslah dengan jujur mencari kebenaran yang sedalam-dalamnya. Berita tidak boleh berpihak. Bila ada pendapat yang pro, ia juga harus mengulas pendapat yang sebaliknya. Walaupun seorang Nurdin Halid dikecam banyak masyarakat atas tindakannya, berita yang baik haruslah tetap memberikan kesempatan pembelaan kepada Nurdin Halid dengan menuliskan pendapatnya serta pendapat pihak-pihak yang mendukungnya. Berita haruslah menjunjung tinggi “kejujuran dan kebenaran” ini, di atas uang, tekanan politik bahkan tekanan masyarakat sekalipun! Iklan yang beretika adalah iklan yang menyatakan kebenaran dan kejujuran juga! Tapi iklan tidaklah akan efektif bila ia tidak mempunyai unsur persuasif. Akibatnya, tidak akan ada iklan yang akan menceritakan the whole truth dalam pesan iklannya. Sederhananya, iklan pasti akan mengabaikan informasi-informasi yang bila disampaikan kepada pemirsanya malah akan membuat pemirsanya tidak tertarik untuk menjadi konsumen produk/jasanya. Sebuah produk sepeda motor misalnya, tidak akan menyebutkan atau menyampaikan dalam pesannya bahwa bila si pengendara sepeda motor tersebut belum pernah naik motor dia bisa celaka. Meskipun dalam iklannya, sepeda motor itu hanya akan menyebutkan hal-hal yang baik saja, semua hal-hal baik tersebut haruslah benar dan jujur! Suatu produk air mineral yang menyampaikan pesannya bahwa airnya berasal dari sumber di daerah A padahal sebenarnya berasal dari daerah B adalah iklan yang tidak jujur dan bohong. Iklan yang menyatakan bahwa harga produk A adalah yang termurah tapi sebenarnya ada produk lain yang lebih murah adalah iklan yang tidak jujur dan bohong. Seringkali, kita juga mendengar pendapat adanya “iklan yang tidak mendidik”. Sejak awal mulanya muncul, iklan bukanlah suatu pesan untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat. Berita dapat menjadi alat pendidikan. Iklan adalah suatu alat ekonomi yang bertujuan khusus yaitu menjual produk atau jasa. Iklan selalu bertujuan mendapatkan keuntungan; yaitu dengan harapan produk/jasa yang diiklankan menarik makin banyak konsumen. Iklan dapat berfungsi menginformasikan kepada konsumen atas keberadaan suatu produk/jasa dan apa saja keunggulan produk tersebut (tidak akan disebutkan apa kelemahannya, kecuali untuk beberapa jenis produk tertentu yang diatur secara khusus oleh pemerintah – seperti rokok dan obat-obatan). Bila iklan “harus mendidik”, maka hal itu harus dipahami dengan batasan/koridor di atas. Dengan demikian, haruslah dipahami bahwa menjadi konsumen yang cerdas, tidaklah cukup hanya dengan melihat/memperhatikan isi iklan! Setiap kali kita melihat iklan maka yang terpapar ke kita adalah hal-hal yang baik. Padahal, pasti ada hal-hal lain yang menjadi kelemahan dari produk tersebut yang tidak disampaikannya. Menjadi konsumen yang cerdas berarti: 1. Menganalisa apakah informasi/pesan iklan (hal-hal yang baik) sudah jujur dan benar? 2. Mencari informasi-informasi tambahan yang tidak disebutkan dalam pesan iklan tersebut Untuk membantu konsumen menganalisa kebenaran dan kejujuran suatu iklan, kitab Etika Pariwara Indonesia (EPI) dapat dipakai sebagai panduannya. Kitab ini bukan hanya milik dari masyarakat periklanan. Kitab ini adalah milik seluruh masyarakat Indonesia yang berperan sebagai konsumen iklan di Indonesia. Salah satu cara mudah (tapi bukan satu-satunya) untuk mencari informasi-informasi tambahan yang tidak disebutkan dalam pesan iklan adalah dengan membaca label produk, buku panduan pemakaian, lembar garansi, persyaratan dan sejenisnya. Produk/jasa yang beretika tinggi pasti akan mencantumkan dengan lebih lengkap informasi-informasi tentang produknya di sana. Bila tidak, kita pantas mencurigai adanya itikad tidak baik pada produk tersebut. Dalam era internet, kini akan sangat jauh lebih mudah mencari informasi-informasi tambahan lainnya selain dari sumber-sumber di atas. Etika Periklanan vs Kreatifitas Di dalam masyarakat periklanan sendiri, panduan yang diberikan dalam kitab EPI belumlah sepenuhnya dapat diterima. Bahkan bagi sebagian praktisi periklanan kitab tersebut dianggap sebagai “penjara atas kreatifitas” mereka. Yang dimaksud dengan praktisi periklanan di sini minimal adalah ke 3 (tiga) pihak yang terlibat dalam suatu proses periklanan; yaitu: pemrakarsa/produsen, biro iklan dan media massa. Sikap mengabaikan etika periklanan adalah suatu kesalahan fatal! Penulis seringkali menyampaikan bahwa tanpa mempelajari etika periklanan maka sebenarnya tidaklah pantas seseorang menyebutkan dirinya sebagai bagian dari masyarakat periklanan. Suatu iklan agar mempunyai efek persuasif yang tinggi haruslah mampu “berbicara dalam bahasa konsumen”, dengan kata lain, ia harus komunikatif. Dalam usahanya membuat suatu iklan menjadi komunikatif, insan periklanan berusaha mencari tahu hal-hal apa saja yang akan menarik perhatian mereka; hal-hal yang saat ini menjadi trend dan disukai (atau akan disukai) oleh konsumennya. Contoh sederhananya: bila produk saya adalah untuk kaum remaja, maka menggunakan dialek yang dipahami oleh kaum remaja akan lebih komunikatif. Atau menggunakan peristiwa-peristiwa yang disukai oleh kaum remaja (berkemah, pesta, jalan-jalan bersama dan sebagainya). Hal-hal yang dicari di atas erat kaitannya dengan unsur budaya yang ada pada suatu kelompok masyarakat. Budaya itu mungkin sudah berakar lama, mungkin pula sedang dalam proses perubahan. Dalam industri periklanan dikenal istilah consumer insights yang diyakini oleh praktisi periklanan sebagai sesuatu yang dapat membuat pesan iklannya menarik dan mudah dipahami oleh kelompok konsumennya. Penulis ingin sedikit mengoreksi istilah tersebut menjadi positive consumer insights, karena di sisi lain terdapat negative consumer insights. Hal terakhir inilah yang sering dilupakan dan diabaikan oleh para praktisi periklanan. Budaya konsumen juga memberikan “pagar-pagar” terkait dengan hal-hal yang tidak mereka sukai. Mereka mungkin mudah memahaminya, tapi dalam konotasi yang negatif. Dengan demikian, pemahaman atas positive consumer insights tidaklah menjamin suatu pesan akan komunikatif bila tidak memperhatikan negative consumer insights. Kitab Etika Pariwara Indonesia (EPI) adalah kitab panduan yang disusun oleh para praktisi periklanan senior dari berbagai latar-belakang. Kitab tersebut disusun berdasarkan pengalaman mereka dan perbandingan etika periklanan yang ada di negara-negara lain. Pada dasarnya, kitab tersebut adalah suatu panduan budaya konsumen (di Indonesia) yang terkait dengan negative consumer insights. Praktisi periklanan Indonesia justru seharusnya wajib berterima-kasih dengan adanya kitab tersebut karena kitab tersebut memudahkan mereka untuk memahami hal-hal yang tidak disukai oleh konsumen Indonesia tanpa harus melakukan penelitian sendiri. Bila penjelasan di atas dirasa belum memuaskan, maka penulis ingin menambahkan satu argumen lagi. Kreatifitas periklanan bukanlah kreatifitas “liar”. Seseorang boleh saja menjadi seorang kreatif yang “liar” bila ia seorang seniman murni (pure artist). Seorang Pablo Picasso, misalnya, tidak akan peduli apakah lukisannya akan disukai atau dicemooh oleh pemirsanya (dan pada kenyataannya pada saat hidupnya, lukisannya lebih sering dicela karena berbeda dari “pakem” saat itu). Ia melukis lebih berdasarkan panggilan hatinya, bukan karena pesanan seseorang. Seperti telah disebutkan di atas; iklan adalah suatu produk ekonomi. Dalam iklan terdapat stakeholders. Jadi iklan adalah suatu seni komersial (commercial art). Keterlibatan berbagai stakehodlers tersebutlah yang mewajibkan kita untuk memperhatikan adanya unsur budaya (etika) yang dapat menyatukan seluruh komponen industri periklanan ini dalam suatu proses ekonomi yang beretika. Akhir kata, etika periklanan adalah suatu komponen penting untuk menjaga daya-tahan dunia iklan. Tanpa adanya etika periklanan, iklan akan berisi banyak kebohongan dan ketidak-jujuran. Akibatnya? Masyarakat akan mengacuhkan iklan dan industri periklanan akan mati. Jadi, komponen industri periklanan yang tidak mendukung etika periklanan sebenarnya adalah pihak-pihak yang justru menginginkan matinya industri ini!

Strategi Kreatif Merancang Pesan Iklan Outdoor

Strategi Kreatif Merancang Pesan Iklan Outdoor Mohammad Suyanto Abstract Konsumen yang melihat iklan outdoor sebagian besar adalah konsumen atau audien yang bergerak, yaitu orang-orang yang sedang naik kendaraan atau sedang berjalan cepat dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari. Mobilitas tersebut membatasi waktu yang digunakan konsumen untuk melihat pesan yang disampaikan oleh iklan outdoor, yang mungkin hanya beberapa detik saja. Oleh sebab itu, maka dibutuhkan strategi kreatif untuk merancang iklan outdoor tersebut. Meskipun demikian, karena iklan outdoor tersebut mempunyai frekuensi yang tinggi dilihat oleh konsumen yang merupakan keunggulan utama iklan outdoor dibandingkan dengan media lainnya dan tampilan iklan outdoor dapat dipastikan dapat diserap dan dipertahankan dalam waktu yang lama. Sebagian besar strategi kreatif untuk merancang iklan outdoor berfokus pada sebuah ide yang tunggal. Pemasang iklan akan mempertimbangkan keunggulan produk yang paling penting untuk dikomunikasikan dan diekspresikan dalam bentuk pesan kepada konsumen. Periklanan outdoor akan dengan cepat mampu meledakkan informasi yang esensial. Pesan-pesan tambahan yang terlalu banyak akan menghilangkan esensi dari keunggulan yang utama dan mengurangi dampak periklanan. Sangatlah penting untuk membatasi elemen-elemen desain. Terlalu banya elemen-elemen desain kemungkinan akan membingungkan orang yang melihat iklan outdoor tesebut atau mereka bekerja keras untuk memahami arti dari pesan tersebut.

PENGERTIAN IKLAN

PENGERTIAN IKLAN PENGERTIAN IKLAN Otto Klepper, seorang ahli periklanan terkenal merupakan orang yang berjasa besar dalam meruntut asal muasal istilah Advertising. Dalam bukunya berjudul Advertising Procedure, dituliskan bahwa istilah advertising berasal dari bahasa latin yaitu ad-vere yang berarti mengoperkan pikiran dan gagasan kepada pihak lain. Jadi pengertian seperti ini sebenarnya tidak ada ubahnya dnegan pengertian komunikasi sebagaimana halnya dalam ilmu komunikasi. Istilah iklan juga sering dinamai dengan sebvutan yang berbeda-beda. Di Amerika sebgaimana halnya di Inggris, disebut dengan adbvertising. Sementara di Perenacias disebut dengan reclamare yang berarti meneriakkan sesuatu secara berulang-ulang. Sebenarnya di Indonesia sendiri istilah iklan sering disenbut dengan istilah lain yaitu advertensi dan reklame. Kedua istilah tersebut diambil begitu saja dari bahasa aslinya yaitu bahasa Belanda dan Perancis (reclame). Namun, sebutan kata iklan lebih sering digunakan diabnding dngena istilah advertensi dan reklame. Beberapa ahli memaknai iklan dalam beberapa pengertian. Ada yang mengartikan dalam sudut padng komunikasi, murni periklanan, pemasaran dan ada pula yang memaknaia dalam perspektif psikologi. Kesemua definisi tersebut membawa konsekuensi arah yang berbeda-beda. Bila dalam perspektif komunikasi cenderung menekankan sbegai prosespenyampaian pesan dari komunikator lkepada komunikan. Dalam perspektif iklan cenderung menenkankan pada aspek penyampaian pesan yang kreatif dan persuasive yang disampaiakn melalui media khusus.Perspektif pemasaran lebih menekankan pemaknaan iklan sebagai alat pemasaran yaitu menjual produk. Sementara dalam perspektif psikologi lebih menenkanaknaaspek persuasive pesan. Beberapa padnangan tentang penegertian iklan telah dituliskan , msial Dunn dan Barban bahwa iklan merupakan bentuk kegiatan komunikasi non personal yang disampaiaka lewat media dengan membayar ruang yang dipakainyua untujk menyampaiakn pesan yang bersifat membujuk (persuasive) kepada konsumen oleh perusahaan, lembaga non komersial maupun pribadi yang berkepentingan. Menurut Klepper, iklan berasal dari bahas Latin, ad-vere yang berarti mengoperkan pikiran dan gagasan kepada pihak lain. Tampaknya pengertian semacam ini sama halnya dengan pengertian komunikasi. Pengertian tersebut masih bermakna umum, tidak jauh berbeda dengan apa yang dituliskan oleh Wright. Untuk lebih jelasnya kita melihat dulu pengertian dan fungsi dari komunikasi. FUNGSI DAN PRINSIP DASAR KOMUNIKASI FUNGSI KOMUNIKASI Dapat menyampaikan pikiran atau perasaan. Tidak terasing atau terisolasi dari lingkungan. Dapat mengajarkan atau memberitahu sesuatu. Dapat mengetahui dan mempelajari diri orang lain dan peristiwa di lingkungannya. Dapat mengenali diri sendiri. Dapat memperoleh hiburan dan menghibur orang lain. Dapat mengurangi atau menghilangkan perasaan tegang. Dapat mengisi waktu luang. Dapat menambah pengetahuan dan mengubah sikap serta perilaku kebiasaannya. Dapat membujuk atau memaksa orang lain agar berpendapat, bersikap atau berperilaku sebagaimana yang diharapkan. Fungsi Komunikasi menurut William I. Gorden 1. Komunikasi sosial : - Pembentukan konsep diri - Pernyataan eksistensi-diri - Untuk kelangsungan hidup, memupuk hubungan, dan memperoleh kebahagiaan 2. Komunikasi ekspresif 3. Komunikasi ritual 4. Komunikasi instrumental PRINSIP DASAR KOMUNIKASI Komunikasi adalah paket isyarat. Komunikasi adalah proses penyesuaian. Komunikasi mencakup dimensi isi dan hubungan. Komunikasi melibatkan transaksi simetris dan komplementer. Rangkaian komunikasi dipunktuasi. Komunikasi adalah proses transaksional. Komunikasi tak terhindarkan. Komunikasi bersifat irreversible. PENGERTIAN IKLAN DAN PERIKLANAN Definisi tentang iklan dan periklanan dapat kita temui di hampir semua kepustakaan tentang iklan, periklanan dan pemasaran. Namun drfinisi yang baku di Indonesia dapat dilihat dalam kitab Tata Krama dan Tata Cara Periklanan di Indonesia. Dalam Tata Krama dan Tata Cara Periklanan Indonesia dinyatakan bahwa : ‘Iklan adalah segala bentuk pesan tentang suatu produk yang disampaikan lewat suatu media dan dibiayai oleh pemrakarsa yang dikenal serta ditujukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat’ Dari definisi diatas jelas terlihat adanya empat unsur yang menentukan atau membentuk suatu iklan, yaitu : Pemrakarsa Pesan Media Masyarakat Penjabaran definisi di atas ternyata sejalan dengan Model Komunikasi (Lasswell) yang unsure-unsurnya adalah : Komunikator (Source) Pesan (Message) Media (Channel) Khalayak (Receiver) Dengan demikian jelas, bahwa ‘iklan’ merupakan pula suatu komunikasi. Ia melibatkan produsen sebagai Komunikator, fisik iklan itu sendiri sebagai unsure Pesan, media sebagai Saluran dan khalayak sebagai publik yang ditujunya. Dengan demikian, model komunikasinya menjadi : Produsen --------- Iklan ---------- Media ---------- Khalayak Sasaran Para praktisi periklanan Indonesia juga menyatakan sepakat bahwa : ‘Periklanan adalah keseluruhan proses yang meliputi penyiapan, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan penyampaian iklan’ Definisi ini menyebutkan periklanan sebagai suatu proses dan terdiri dari empat macam kegiatan, yaitu : Penyiapan (preparation) Perencanaan (planning) Pelaksanaan (execution) Pengawasan (control) Telaah atas pengertian ini menjadi sangat penting, karena ia akan menjelaskan adanya prakondisi untuk dapat beriklan secara efektif dan efisien. Pertama, kita perlu mengenal dulu Sasaran Khalayak-nya. Setelah itu kita menentukan Media yang akan digunakan. Baru kita dapat merancang Pesan Iklan yang sesuai dengan kedua prakondisi tersebut. Kenyataan itu pula yang menyebabkan perusahaan periklanan dalam memulai penyiapan pesan maupun media periklanan selalu bekerja dari arah kebalikan proses (model) komunikasi, yaitu : mengenali dulu khalayak sasaran, lalu memilih media yang akan digunakan baru kemudian merancang pesan. TENTANG PERIKLANAN Sumber ------------------- Produsen Pesan ------------------- Iklan Saluran ------------------- Media Masyarakat ------------------- Khalayak Dalam disiplin komunikasi, iklan itu sendiri adalah jenis komunikasi yang informative dan sekaligus persuasif PRINSIP-PRINSIP DASAR IIKLAN Adanya pesan tertentu. Iklan tidak akan ada tanpa adanya pesan. Tanpa pesan, iklan tidak akan berwujud. Pesan yang disampaiakn oleh sebuah iklan, dapat berbentuk perpaduan antara pesan verbal dan pesan non verbal. Pesan verbal adalah pesan yang disampaikan baik secara lisan maupun tulisan. Dalam pesan verbal, iklan merupakan rangkaian kata-kata yang tersusun dari huruf vokal dan konsonan yang membentuk makna tertentu. Bnetuk pesan verbal lisan dapat disampaikan melali media audi maupun audio visual. Sementara pesan verbal tulisan dapat disampaikan melalui media cetak dan audio visual. Semua pesan yang bukan pesan verbal ádalah pesan non verbal. Sepanjang bentuk non verbal tersebut mengandung arti, maka ia dapat disebut sebagai sebuah pesan komunikasi. Pesan non verbal dapat berupa non verbal visual, non verbal auditif dan non verbal non visual. Pesan non verbal visual adalah pesan yang dapat diterima khususnya melalui indra mata. Pesan non verbal visual secara umum terdapat tiga jenis, yaotu berbentuk kinestik, proksemik dan artifaktual. Pesan non verbal visual kinestik berwujud gerakan-gerakan tubuh/badan. Ia dapat berupa gerakan dari sebagian atau seluruh badan. Dilakukan oleh komunikator (sponsor) Pesan iklan ada karena dibuat oleh komunikator. Sebaliknya, bila tidak ada komunikator, maka tidak akan ada pesan iklan. Dengan demikian, ciri sebuah iklan adalah bahwa pesan tersebut dibuat dan disampaikan oleh komunikator atau sponsor tertentu secara jelas. Komunikator dalam iklan dapat datang dari perseorangan, kelompok masyarakat, lembaga atau organisasi bahkan negara. Dilakukan dengan cara non personal. Dari pengertian iklan yang diberikan, hampir semua menyepakati bahwa iklan merupakan penyampaian pesan yang dilkaukan secara non personal. Non personal artinya tidak dalam bentuk tatap muka. Penyampaian pesan dapat disebut iklan bila dilakukan melalui media. Disampaikan untuk khalayak tertentu. Dalam dunia periklanan, khalayak sasaran cenderung bersifat khusus. Pesan yang disampaikan tidak dimaksudkan untuk diberikan lepada semua orang, melainkan kelompok target audience tertentu. Sasaran khalayak yag dipilih tersebut didasarkan pada keyakinan bahwa pada dasarnya setiap kelompok khusus audience memilkii kesukaan, kebutuhabn, keinginan, karakteristik dan keyakinan yang khsusu. Dengan demikian, pesan yang diberikan harus dirancang khusus yang sesuai dengan target khalayak. Pesan yang disampaikan tidak dimaksudkan untuk diberikan lepada semua orang, melainkan kelompok target audience tertentu. Sasaran khalayak yag dipilih tersebut didasarkan pada keyakinan bahwa pada dasarnya setiap kelompok khusus audience memilkii kesukaan, kebutuhabn, keinginan, karakteristik dan keyakinan yang khsusu. Dengan demikian, pesan yang diberikan harus dirancang khusus yang sesuai dengan target khalayak. Dalam penyampaian pesan tersebut, dilakukan dengan cara membayar. Penyampaian pesan yang dilakukan dengan cara bukan membayar ole kalangan pengiklan, dianggap bukan iklan. Pesan komunikasi yang disampaikan dengan cara tidak membayar, akan dimasukkan dalam kategori kegiatan komunikasi yang lain. Dalam kegiatan periklanan, istilah membayar sekarang ini harus dimaknai secara luas. Sebab, kata membayar tidak saja dilakukan dengan alat tukar uang, melainkan dengan cara barter berupa ruang, waktu dan kesempatan. Pesan komunikasi yang disampaikan dengan cara tidak membayar, akan dimasukkan dalam kategori kegiatan komunikasi yang lain. Dalam kegiatan periklanan, istilah membayar sekarang ini harus dimaknai secara luas. Sebab, kata membayar tidak saja dilakukan dengan alat tukar uang, melainkan dengan cara barter berupa ruang, waktu dan kesempatan. Penyam[paian pesan tersebut, mengharapkan dampak tertentu. Dalam sebuah visualisasi iklan, seluruh pesan dalam iklan semestinya merupakan pesan yang efektif. Artinya pesan yang mampu menggerakkan khalayak agar mereka mengikuti pesan iklan. Semua iklan yang dibuat oleh pengiklan dapat dipastikan memiliki tujuan tertentu, yaitu berupa dampak tertentu di tengah khalayak. PERIKLANAN DALAM PEMASARAN AN Frey menyebutkan fungsi periklanan dalam pemasaran dengan istilah dua factor, yakni sebagai : Penawaran Iklan menawarkan Produk, Merek, Kemasan, Harga, Layanan Metode dan Alat Menjual Iklan dapat dijadikan sebagai saluran Distribusi dan merupakan bagian dari Bauran Promosi Sedangkan N Lazer & EJ Kelley menyatakan fungsi iklan dengan istilah tiga factor yaitu sebagai : Bauran Produk dan Layanan Bauran Distribusi Bauran Komunikasi Jerome Mc Carthy mengistilahkan dengan 4 faktor : Produk Harga Distribusi Promosi Maximarketing (Stan Rapp & Thomas Collins) Menjangkau Prospek a. Memaksimalkan Target (Prospek) b. Memaksimalkan Media (Media Baru) c. Memaksimalkan Kepercayaan (Pembuktian) Memperoleh Penjualan d. Memaksimalkan Pengenalan Produk e. Memaksimalkan Aktivasi f. Memaksimalkan sinergi g. Memaksimalkan keterkaitan Mengembangkan Hubungan h. Memaksimalkan Penjualan (pangsa Ingatan) i. Memaksimalkan Distribusi PERIKLANAN DALAM BAURAN 4-P Disiplin Pemasaran di Indonesia banyak menganut formulasi Jerome MC Carthy, yang membagi unsur-unsur bauran pemasaran (marketing mix) dalam 4 faktor yang populer dengan sebutan 4 P, yaitu : Product (Produk) Price (Harga) Place (Distribusi) Promotion (Promosi) Unsur Promosi disepakati pula, hanya terdiri dari 4 komponen dan membentuk pula suatu bauran yang disebut Bauran Promosi (Promotion Mix), yaitu : Advertising Sales Promotion Publicity Personal Selling PEMASARAN BAURAN BAURAN BAURAN BAURAN PRODUK HARGA DISTRIBUSI PROMOSI BAURAN PROMOSI ADVERTISING PROMOSI PUBLIC PERSONAL PENJUALAN RELATIONS SELLING Dari formulasi-formulasi tersebut jelas bahwa Periklanan adalah ‘cucu’nya Pemasaran dan bahwa Promosi adalah ‘induk’nya Periklanan, bukan sebaliknya sebagaimana seringkali dirancukan oleh para awam. TUJUAN PERIKLANAN –Dalam 4P Pada dasarnya, tujuan akhir periklanan adalah untuk merangsang/mendorong terjadinya penjualan (sales). Untuk mencapai tujuan itu, ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Jika hal-hal tersebut kita kaitkan dengan formulasi 4-P, maka tujuan itu dapat dinyatakan dalam beberapa sub tujuan. Misalnya, dalam kaitan : PRODUK Untuk memperkenalkan generic, merek, kemasan, mutu atau manfaatnya HARGA Untuk memberi pembenaran, sebagai pembanding, merangsang pembelian impulsive, menawarkan peluang rabat DISTRIBUSI Menginformasikan ketersediaan, pasokan, layanan PROMOSI Memposisikan, menonjolkan keunggulan, menawarkan alternatif/substitusi, cara baru penggunaan, membangun citra. TUJUAN PERIKLANAN – Umum Menciptakan pengenalan merek / produk / perusahaan Memposisikan Mendorong prospek untuk mencoba Mendukung terjadinya penjualan Membina loyalitas Mengumumkan cara baru pemanfaatan Meningkatkan citra Penetapan tujuan dan pengukuran terhadap hasil periklanan umumnya dinyatakan dalam tingkat ‘sadar kenal’ (awareness) yang diperoleh dari khalayak sasaran. Namun kita tahu, bahwa konsepsi awareness sebenarnya adalah konsepsi tanggapan khalayak (audience response) sesuatu symbol kognisi (antara lain pesan iklan). Dengan lain perkataan, ia sebenarnya merupakan umpan balik. Bukan pengukuran suatu ‘dampak pesan’ atau kinerja yang akan kita rekayasa pada sesuatu pesan iklan. Iklan untuk membujuk dilakukan dalam tahap kompetitif. Tujuannya adalah membentuk permintaan selektif tidak langsung dengan memberikan informasi tentang kelebihan produk yang dikemas sedemikian rupa sehingga menimbulkan perasaan menyenangkan yang akan mengubah pikiran tidak hanya mampu mendorong atau mempengaruhi perilaku pembelian konsumen tetapi juga memfasilitasi proses pembelian, misalnya memberikan mater-materi test drive, kredit lunak dsb. Pada umumnya iklan yang bersifat persuasif ini digunakan untuk merek yang siklus kehidupannya pada tahap pertumbuhan (growth stage). Salah satu penerapan “Persuasive advertising” adalah menggunakan iklan perbandingan (comparative advertising) seperti yang dilakukan oleh Burger King Burgers yang menyerang Mc Donald dengan mengatakn Burger King Burgers are flame-boiled, Mc Donalds are fried. Dengan membujuk maka : Membentuk preferensi merek Mendorong alih merek Mengubah persepsi pembeli tentang atribut produk. Membujuk pembeli untuk membeli sekarang. Dalam hal iklan berfungsi sebagai pembujuk (persuasif) untuk meyakinkan konsumen bahwa produk mereka benar-benar berbeda atau bahkan lebih baik dibandingkan produk pesaing. Aktifitas iklan yang berhasil dapat membantu perusahaan untuk mencapai dan mempertahankan “market power” (kekuasaan pasar). Pengukuran Tujuan Periklanan Secara sederhana, konsepsi relativitas (arah komunikasi dan arah penyiapannya) periklanan dapat digambarkan jika kita akan melempar bola tennis ke suatu dinding. Agar bola itu dapat memantul kembali, tentu kita perlu memberi tenaga lemparan yang cukup. Konsepsi awareness (sadar kenal) misalnya adalah pengukuran pantulan balik bola tennis itu. Padahal, dalam praktek yang kita perlukan justru pengukuran beberapa tenaga yang harus kita salurkan kepada bola tersebut agar ia memantul sejauh yang kita inginkan. Jauh jatuhnya pantulan dari dinding itulah yang disebut audience response (tanggapan khalayak) sedang tenaga lemparan kita pada bola itu adalah creative impact (dampak pesan) Sejalan dengan pemahaman tersebut, maka logikanya, pengukuran creative impact sebagai salah satu tujuan periklanan dapat pula dilakukan dengan mengaplikasikan teori-teori komunikasi atau psikologi lainnya. Misalnya teori kognitif-afektif-konatif, AIDA, DAGMAR ataupun Adaption Process. Karena itu, dalam praktek, kita sering mendengar pula beberapa bentuk pernyataan lain untuk tujuan periklanan ini, yang peringkat intensitasnya menurut teori Hierarchy of Effect, dinyatakan sbb : Mengenal (Awareness) Memahami (Knowledge) Menyukai (Liking) Mendahulukan (Preference) Meyakini (Conviction) Membeli (Purchase) Fungsi dan Peran Periklanan Sumber informasi Dengan iklan dapat membantu masyarakat untuk memilih alternatif produk yang lebih baik atau lebih sesuai dengan kebutuhannya Kegiatan Ekonomi Periklanan membuat para pelaku ekonomi tetap memproduksi dan memperdagangkan produk mereka Pembagi Beban Biaya Periklanan membantu terciptanya skala ekonomi yang besar bagi setiap produk, sehingga menurunkan biaya produksi dan distribusi per unit atas produk tersebut, dan pada gilirannya memurahkan harga jualnya kepada masyarakat. Sumber dana media Periklanan telah menunjang harga eceran atau langganan media surat kabar Identitas Produsen Melalui kegiatan periklanan, masyarakat akan mengetahui produsen Sarana Kontrol Melalui kegiatan periklanan, masyarakat dapat membedakan produk-produk sah dengan tiruan. KESIMPULAN TENTANG PERIKLANAN · Merupakan komponen integral dari Pemasaran · Salah satu metode Komunikasi Pemasaran · Lebih efektif jika didukung metode komunikasi lain · Sangat membutuhkan pengenalan khalayak · Menjual harga, distribusi, promosi, layanan & citra · Dapat membentuk sikap dan opini masyarakat KLASIFIKASI IKLAN Berdasarkan Target Audience Consumer Advertising Business Advertising a. Industrial Advertising b. Trade Advertising c. Profesional Advertising d. Agricultural (Farm) Advertising Berdasarkan Geografi International Advertising National Advertising Regional Advertising Local Advertising Berdasarkan Media Yang Digunakan Up The Line Below The Line Berdasarkan Fungsi/Tujuan Product vs Non Product Advertising Commercial vs Non Commercial Advertising Pengertian Manajemen Periklanan Suatu sistem yang terdiri dari beberapa lembaga/organisasi yang saling berinteraksi dan menjalankan peranan yang berbeda dalam proses periklanan. Lembaga/organisasi yang berinteraksi : pengiklan, biro iklan, perusahaan media, biro riset, pemerintah, pesaing. Bagan Lembaga2 Lembaga2 Pengendali Pemberi Jasa Pemerintah PENGIKLAN Biro Iklan Pesaing Media Perusahaan Jasa Riset/ Pemasaran Pasar/ Perilaku pasar Inti dari system adalah pengiklan atau produsen pemasang iklan. Dalam pengambilan keputusan khususnya yang berkaitan dengan rencana promosi atau pemasarannya dipengaruhi oleh lembaga pengendali yaitu pemerintah, pesaing dan pasar. Pemerintah : peraturan pemerintah yang mengatur dan membatasi tata cara beriklan Pesaing : Riset dan analisa mengenai kampanye periklanan pesaing mempengaruhi strategi periklanan yang akan dilancarkan. Pasar : Pengetahuan yang luas dan mendalam mengenai situasi pasar, pangsa pasar dan trend perilaku konsumen mempengaruhi strategi perencanaan iklan. Untuk mewujudkan strategi kampanye periklanan, pengiklan membutuhkan biro iklan, media dan perusahaan riset/pemasaran. Biro Iklan : memberikan jasa untuk membantu merencanakan dan melaksanakan kampanye periklanan Media : Membantu menyebarkan pesan-pesan yang akan disampaikan pengiklan Perusahaan riset/pemasaran : membantu melakukan riset pasar untuk mengevaluasi iklan dan mengetahui perilaku pasar. Hubungan Pengiklan, Biro Iklan dan Media Pengiklan Biro Iklan Media Advertising Account Media Advertisement Manager Executive Buyer Manager Alasan Mengapa Perusahaan Beriklan Menyampaikan Informasi Menciptakan Brand Awareness Membentuk Citra Menciptakan Kepribadian pada suatu produk Membantu positioning merek di pasar Membantu menciptakan segmen baru di pasar Menarik konsumen baru Meningkatkan penggunaan suatu produk Mendidik masyarakat Apa yang dapat diberikan oleh perusahaan periklanan Full Service Perusahaan periklanan full service memberikan jasa mulai dari perencanaan kampanye periklanan, persiapan, pelaksanaan dan pengawasan dan evaluasi. Lingkup pekerjaan biro iklan full service : - analisa industri - analisa produk dan konsumen - analisa pasar - analisa sasaran konsumen - tujuan dan sasaran pemasaran - penetapan tujuan periklanan - strategi kreatif - strategi media Media Placement Perusahaan yang hanya memberikan jasa untuk membantu pengiklan memasang iklannya di media Creative Boutique Memberikan jasa untuk membantu dalam pembuatan kreatif iklan Below the line activities Memberikan jasa dalam kegiatan-kegiatan below the line seperti spanduk, brosur, leaflet, dsb Account/client service department Tugas : - sebagai penghubung antara klien/pengiklan dengan biro iklan - menerjemahkan kepentingan klien kepada dept terkait di biro iklan (media, kreatif, produksi keuangan, riset) - menjadi ujung tombak dari biro iklan untuk mempresentasikan kampanye periklanan Media Department a. Media Planning Merencanakan penjadwalan dan pemilihan media serta anggaran yang diperlukan b. Media Buying Melaksanakan & melakukan negosiasi pemesanan dan pembelian ruang/waktu media sesuai rencana dari media planner dan disetujui klien c. Media monitoring/riset Mengawasi dan memonitor jadwal pemuatan /penayangan iklan sesuai pesanan Memberikan data-data yang diperlukan oleh media planner Creative Department d. Copywriting Membuat naskah iklan e. Art & visualisasi Membuat design dan visualisasi Produksi Dari workplan creative diproses melalui tahapan seperti pemotretan, separasi warna, rekaman, shooting, dsb Produksi berarti menyelesaikan bentuk final iklsn berupa artwork dan memuatnya di media Riset Memberikan data-data yang diperlukan untuk perencanaan kampanye periklanan seperti perkembangan pasar, perilaku konsumen, media Administrasi & Keuangan Pengelolaan administrasi dan keuangan biro iklan (tagihan & pembayaran) MITRA KERJA BIRO IKLAN 1. Media house 2. Agen model/model 3. production house 4. pasca production house (editing, dubbing, special effect, dsb) 5. Percetakan, perusahaan separasi warna PENDAPATAN BIRO IKLAN Menggunakan system fee, biasanya mengenakan fee sebesar 15-30% dari pemesanan tempat di media dan pembuatan materi kreatif Hubungan Tripartit Adalah hubungan antara produsen (pengiklan), biro iklan dan media. Dalam Tata Krama dan Tata Cara Periklanan Indonesia, hubungan tripartite itu diperluas menjadi hubungan antara perusahaan periklanan dengan : Konsumen Pengiklan Pemerintah Media Diposkan oleh just_malla di 08:08