Minggu, 09 Januari 2011

Pembentukan Pelangi

Pelangi adalah gejala optik dan meteorologi yang menyebabkan spektrum dari cahaya yang (hampir) kontinyu untuk muncul di langit waktu matahari bersinar ke atas titik air hujan yang jatuh.Dari peristiwa yang menyebabkan sinar monokromatik menjadi 7 sinar polikromatik.

udara adalah medium yang memiliki indek bias. cahaya matahari adalah cahaya kompleks. Ketika dibiaskan oleh medium udara yang mengandung air, pada sudut tertentu dibelokkan. cahaya putih diuraikan pada komponen komponennya dengan panjang gelombang yang berbeda hingga terbentuk warna-warna cahaya tampak.
Terjadinya pelangi adalah pembiasan cahaya. Ketika dibiaskan, cahaya akan berubah arah. Biasanya pembelokan ini terjadi ketika cahaya pindah dari medium satu ke yang lain. Hal ini terjadi karena cahaya bergerak dengan kecepatan berbeda dalam medium berlainan.
Pelangi adalah hasil pembiasan cahaya matahari. Sinar matahari yang sampai di permukaan bumi harus melewati lapisan atmosfir. Jika di atmosfir tsb terdapat lapisan uap air, maka lapisan inilah yang berfungsi sebagai pembias cahaya sehingga cahaya terurai sesuai panjang gelombangnya masing-masing yang fenomenanya bisa terlihat dari warna uraiannya : merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. berdatangnya suatu air diiringi dengan datangnya cahaya lalu timbullah Pelangi yang sudah ketetapan dan kuasanya Allah SWT. dengan kuasa-Nya muncul penomena yang dianggap indah oleh sebagian kaum manusia, padahal hal yang seperti itu sudah biasa jadinya.
Ketika memasuki prisma kaca, cahaya akan dibelokkan. Begitu pula jika keluar dari prisma.
Selain membiaskan cahaya, prisma memisahkan cahaya putih menjadi komponen warnanya. Warna cahaya yang berlainan ini berbeda frekuensinya, sehingga memiliki kecepatan tempuh berbeda ketika memasukisuatuzat.
Cahaya yang kecepatannya rendah di dalam kaca akan dibelokkan lebih tajam ketika pindah dari udara ke kaca, karena perbedaan kecepatannya berlainan. Tak mengherankan jika komponen yang membentuk cahaya putih dipisahkan berdasarkan frekuensinya ketika melewati kaca. Pada prisma, cahaya akan dibelokkan dua kali, ketika masuk dan keluar, sehingga penyebaran cahaya terjadi.
Tetesan air hujan dapat membiaskan dan menyebarkan cahaya mirip sebuah prisma. Dalam kondisi yang tepat, pembiasan cahaya ini membentuk pelangi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar